Apa yang Salah dengan Manajemen Pendidikan Islam? Pendekatan Menggunakan Mixed Methods
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i1.1845Keywords:
Manajemen Pendidikan Islam, Mixed Methods, Kepemimpinan Islami, Motivasi GuruAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan manajemen pendidikan Islam di tingkat madrasah dan sekolah Islam, serta memberikan solusi berbasis nilai-nilai filosofis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner sederhana kepada guru (n=30) menggunakan skala Likert untuk menilai aspek kepemimpinan, motivasi, dan kinerja. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 orang guru dan 1 kepala madrasah untuk menggali pengalaman dan makna penerapan filsafat manajemen pendidikan Islam. Hasil kuantitatif menunjukkan adanya kelemahan signifikan pada aspek kepemimpinan Islami dan manajemen motivasi guru. Sementara itu, temuan kualitatif mengungkap bahwa dualisme kepemimpinan, kurangnya transparansi, serta lemahnya komunikasi adalah faktor utama yang menghambat penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam belum sepenuhnya mencerminkan prinsip amanah, keadilan, dan musyawarah. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi kepemimpinan Islami yang konsisten dengan filsafat manajemen Islam.
References
Abd Raub, S., & Mansor, M. (2024). Organizational knowledge management as a mediator on the relationship between headmaster’s sustainable leadership and teacher innovative work behavior at Pahang Primary School (TS25). Jurnal Pendidikan Bitara UPSI, 17(1), 37–48. https://doi.org/10.37134/bitara.vol17.1.4.2024
Badar, A. (2025). Transformational leadership style of madrasah principals in improving teacher competence. International Journal of Educational Management and Leadership, 5(1), 55–70. https://doi.org/10.24815/ijeml.v5i1.34567
Fitriyadi Sari, N., Wulandari, A., & Rahman, H. (2025). Islamic motivation, academic culture, and lecturer performance in higher education. Al-Ta’dib: Journal of Islamic Education, 18(2), 120–135. https://doi.org/10.20414/altadib.v18i2.41567
Furkan, N., & Adiansyah, R. (2023). The gap between Islamic educational management theory and practice: A case study on Indonesian madrasahs. Journal of Islamic Education Studies, 11(2), 89–105. https://doi.org/10.24252/jies.v11i2.37584
Hartono, S. (2023). Leadership in Islamic education: Between normative concepts and practical challenges. International Journal of Islamic Educational Management, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.21009/ijiem.v4i1.32145
Imaduddin, M. (2023). Principal leadership and teacher motivation on teacher performance in Islamic schools. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 13(1), 77–92. https://doi.org/10.24042/alidarah.v13i1.28567
Irawan, I., Pawiloy, P., & Mulyana, E. (2023). Pelaksanaan praktikum IPA di laboratorium MTs Al Mujahidin Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Digital Library. https://digilib.uinsgd.ac.id/68681/
Jalaluddin, R., Yusoff, M., & Karim, N. (2025). Teachers’ motivation and the role of leadership in Islamic schools: Evidence from Malaysia. Journal of Contemporary Islamic Education, 7(1), 44–60. https://doi.org/10.22219/jcie.v7i1.45120
Munawar, H., Fadhilah, N., & Rahmawati, L. (2025). Ethical leadership in Islamic educational institutions: Building integrity and sustainable management. Journal of Educational Leadership in Islam, 3(1), 25–40. https://doi.org/10.35673/jeli.v3i1.41258
Syafiq Humaisi, A., & Thoyib, M. (2025). Charismatic leadership in pesantren: Its impact on institutional development. Journal of Islamic Leadership and Management, 2(1), 13–29. https://doi.org/10.33379/jilm.v2i1.38951
Zebua, A., Harahap, R., & Lubis, A. (2025). The effect of leadership and motivation on teacher performance in Islamic schools. Tarbiyah: Journal of Islamic Education Research, 30(1), 101–115. https://doi.org/10.30829/tarbiyah.v30i1.41802







