Perspektif Masyarakat Terhadap Jenjang Pendidikan Perempuan Di Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i5.2491Keywords:
Perspektif, Pendidikan Tinggi, Budaya, Kaum perempuanAbstract
Dalam pendidikan tinggi sebagian kaum perempuan masih menjadi stigma negatif yang lumrah dalam masyarakat yaitu kodrat perempuan menjadi peran domestik yang berlandaskan “macak, manak, masak.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret jenjang pendidikan perempuan, perspektif masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bagi perempuan, dan kendala yang menyebabkan masyarakat tidak memandang penting pendidikan tinggi bagi perempuan di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah masyarakat, kepala desa, dan perangkat desa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan mengumpulkan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: Kondisi potret pendidikan perempuan saat ini telah menempuh ke jenjang sarjana dan pesantren yang mendukung terwujudnya kesetaraan gender di masyarakat desa. Kemudian mengalami perkembangan terkait perspektif dimana keluarga dan masyarakat telah sadar akan pentingnya pendidikan. Dan kendala pendidikan tinggi perempuan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, keluarga, ekonomi. Tetapi akses pendidikan perempuan mengalami peningkatan melalui dukungan beasiswa dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan.
References
Adawiyah, R. (2019). Kekerasan Dalam Implementasi Keluaraga Berencana (KB) Terhadap Perempuan Dalam Perspektif Islam. Al-'Adl, 12(1), 45-63.
Bachtiar, R. R., Utami, S. W., & Nur, K. M. 2022. “Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendampingan Pengolahan Jamur Tiram Putih Di Pondok Pesantren Mamba’ussunah Kebaman, Banyuwangi.” E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 13(2): 242–248. http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas/article/view/4703.
Fadhlurrahman, I. (2025, 23 Juni). 45,49 Ribu Penduduk Lumajang Berpendidikan Tinggi pada Akhir 2024. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2025/06/23/4549-ribu-penduduk-lumajang-berpendidikan-tinggi-pada-akhir-2024
Fisher, B.A. (2015) ‘Perspektif Komunikasi Antar Pribadi : Perspektif Mekanistik, Psikologis, Interaksi dan Perspektif Pragmatis’, Jurnal Al-Fikrah, 4(1), pp. 100–126. Available at: https://ejournal.iaialaziziyah.ac.id/index.php/jiaf/article/view/321
Hanafia, Hafaz. 2016. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa/I Memilih Jurusan Ilmu Administrasi Perpajakan Pada Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Skripsi. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Garudhawaca.
Sakina, A. I., & Siti, D. H. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. SOCIAL WORK, vol.7, no.1,1- 129. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820
Shihab, M. Quraish. 2018. Perempuan. Tangerang: PT. Lentera Hati.
Sudarso, Keban, P. E., & Mas'udah, S. (2019). Gender, Religion and Patriarchy: The Educational Discrimination of Coastal Madurese. Journal of International Women's Studies Vol. 20 No.9, 2-12. https://vc.bridgew.edu/jiws/vol20/iss9/2.
Zainuddin, M. (2016). Modernisasi dan hukum keluarga Islam: Dilema dan tantangan. Yogyakarta: Penerbit Andi.







